Blog Pribadi Tempat Sharing Ilmu Komputer dan Jaringan

Sunday, August 21, 2016

Pengertian dan Fungsi OSI Layer Serta Sejarahnya

Pengertian dan Fungsi OSI Layer Serta Sejarahnya - Sejarah singkat OSI Layer dimulai pada tahun 1984 ISO (Internasional Standarizaation Organization) mengeluarkan aturan untuk memberikan standarisasi internasional alat-alat jaringan sehingga tidak membatasi komunikasi antar produk ataupun teknologi dari vendor/merk yang berbeda.
gambar OSI Layer

Pengertian dan Fungsi OSI Layer

7. Application

 Menyediakan user interface jaringan melalui aplikasi seperti email, ftp dll. Contoh protolnya DNS, SMTP, SNMP.

6. Presentation

Layer yang mendefinisikan format data seperti ASCII, HTML, PNG, MP3, dan sebagainya yang dikirimkan ke jaringan dan dapat dimanipulasi sehingga bisa di mengerti oleh penerima.

5. Session

Session Layer yang mendefinisikan bagaimana memulai, menjaga dan menghentikan sebuah conversation atau komunikasi antar mesin. contoh Protocolnya NetBIOS

4. Transport

Transport Layer memecahkan data menjadi unit-unit yang lebih kecil (packet) dan meneruskan ke layer dibawahnya dan memastikan semua paket diterima dengan baik (tidak ada error). funsinya untuk error checking dan recovery error, contoh protocolnya TCP, UDP.

3. Network

Network Layer Menentukan prosedur pengiriman data dengan bermacam ukuran dan tetap mempertahankan QoS (Quality of Service). Fungsinya untuk mementukan jalur terbaik agar paket data bisa sampai dengan baik yang sering disebut dengan routing. Maka dari itu komponen jaringan router termasuk kedalam layer 3. Contoh protocolnya IP, RIP, OSPF.

2. Data Link

Data Link Layer Menyediakan prosedur pengiriman data antar jaringan dan memaketkannya menjadi frame yang berhubungan dengan hardware kemudian diangkat melalui media. Fungsinya menerima data dari layer diatasnya (layer network) kemudian merubahnya menjadi bit-bit data untuk di transmisikan oleh layer fisik.

Komponen pada jaringan yaitu Switch 
Protocolnya Ethernet, HDCL, Aloha, IEEE 802.11 a WLAN, FDDI.

1. Physical

Physical Layer merupakan lapisan paling bawah dari Layer OSI, berfungsi  menangani koneksi fisik jaringan dan prosedur secara teknis yang berhubungan langsung dengan media transmisi.

Komponen pada Physical layer yang sering kita jumpai adalah Repeater dan HUB
Protocol pada Pysical layer adalah protocol IEEE 802 (Standard Ethernet), IEE 802.2 (Standard Ethernet), ISO 2110, ISDN.

Contoh OSI Layer Pada Kehidupan Sehari-hari

gambar komunikasi osi layer

Pada suatu hari Jono ingin membeli laptop secara online, dan mengirim email kepada penjual (Application) kemudian email tersebut di konversi menjadi pesan contohnya dalam format ASCII (Presentation), pesan tersebut masuk ke inbox si penjual, dibaca dan di bales oleh penjual (Session), setelah itu barang di bungkus dengan rapi dan dicek kembali (Transport). Dikirimlah barang tersebut ke rumah Jono diantar oleh kurir, dan kurir tersebut mencari jalan yang tidak macet agar barang cepat sampai (Network), ternyata dirumah Jono hanya ada Ibunya lalu kurir tersebut menyerahkan barang ke Ibu Jono dan mengirim sms ke Jono (Data Link), dan terakhir barang dicek apakah ada yang rusak dari barang tersebut (Physical).

Ohhiya satu lagi tips menghapal OSI Layer Aku Pengen Selingkuh Tapi Nanti Diputusin Pacar :D
 
Sekian postingan saya kali ini, mohon dikoreksi apabila ada kesalahan dan mohon maaf ceritanya ngawur hhehe

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Pengertian dan Fungsi OSI Layer Serta Sejarahnya

0 comments:

Post a Comment